Authorized Shell Distributor Indonesia

Konten Unggulan
Temukan Informasi dan berita terkini mengenai Shell
banner article
Dec 29, 2021
Logo Shell yang terdapat pada kendaraan Ferarri. Source: www.shell.com Kolaborasi antara Ferrari dan Shell adalah salah satu ikatan yang terjalin paling lama di Formula 1. Duet dua merek besar di otomotif ini akan berlangsung semakin lama lagi, menyusul telah disepakatinya kontrak baru. Ferrari dan Shell telah menyetujui kerja sama baru untuk jangka panjang, sebagai innovation partner. Ikatan antara pabrikan otomotif dan tim balap dengan perusahaan migas ini telah terjalin selama lebih dari 90 tahun, tepatnya 92 tahun. Bersama Scuderia Ferrari di F1, Shell telah ikut berperan dalam dimenangkannya 22 gelar juara dunia yang pernah dimenangkan Ferrari. 22 gelar juara dunia itu adalah 10 gelar konstruktor dan 12 gelar pembalap. Artinya, mayoritas dari total 31 gelar juara dunia F1 yang pernah dimenangkan Ferrari diraih saat logo Shell tertempel di mobil dan seragam pembalap. Dan mulai tahun ini, kerja sama jangka panjang Ferrari dan Shell akan diteruskan, setelah masing-masing petinggi telah menandatangani kesepakatan baru ini. Perpanjangan kotrak antara Shell dan Ferarri. Photo source: www.carvaganza.com “Kemitraan kami dengan Ferrari telah melahirkan inovasi yang benar-benar luar biasa – inovasi yang secara rutin diandalkan Shell saat mengembangkan bahan bakar dan pelumas baru untuk pelanggan kami. Kami sekarang memasuki waktu yang sangat menyenangkan dalam sejarah kami bersama karena kami memanfaatkan kemitraan ini untuk tidak hanya berjuang untuk sukses di lintasan, tetapi juga untuk mengembangkan bahan bakar dan pelumas yang lebih bersih bagi pelanggan kami,” jelas István Kapitány, global executive vice president for mobility Shell.
May 10, 2022
Shell Indonesia mengumumkan investasinya untuk menggandakan kapasitas produksi pabrik pencampur minyak pelumas kelas dunia (LOBP) yang berlokasi di Marunda Centre, dekat Jakarta, Indonesia. Setelah selesai, pabrik akan mampu memproduksi hingga 300 juta liter pelumas jadi setiap tahun di lokasi seluas 9 hektar. Ekspansi ini akan memungkinkan Shell untuk memenuhi permintaan pasar pelumas domestik yang terus meningkat dan berkontribusi pada kemajuan industri hilir di Indonesia. Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita yang diwakili oleh Muhammad Khayam, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil pada acara peletakan batu pertama mengatakan, “Industri pengolahan nonmigas tumbuh 4,34%. pada tahun 2019. Daya tarik Indonesia sebagai pusat investasi industri tercermin dari peningkatan Ease of Doing Business Index dibandingkan tahun sebelumnya. Menggabungkan perbaikan ini dengan stimulus lain dari pemerintah dan transformasi menuju industri 4.0 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan utilitas industri industri pelumas di Indonesia, sejalan dengan pertumbuhan seluruh industri.” Menkeu menambahkan, berdasarkan data tahun 2019, produksi pelumas dalam negeri hanya mencapai 908,36 ML/tahun. “Oleh karena itu, kami mengapresiasi komitmen Shell untuk mengembangkan industri pelumas dalam negeri melalui perluasan LOBP Marunda dan berhasil memperoleh Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) untuk semua produk pelumas otomotif. Kami berharap PT Shell Indonesia dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah di sektor industri pelumas.” Shell menjadi merek internasional pertama yang memperoleh Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk pelumas otomotifnya. Tiga produk Shell, Argina (pelumas mesin diesel kecepatan sedang), Rimula (pelumas mesin diesel tugas berat) dan Tellus (pelumas untuk cairan hidrolik) telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perindustrian, menunjukkan kepemimpinan perusahaan untuk mematuhi standar lokal. regulasi melalui kepatuhan terhadap peraturan muatan lokal (TKDN). Indonesia adalah salah satu dari sepuluh pasar pelumas terbesar di dunia dan diharapkan menjadi yang terbesar dalam hal permintaan pasar di Asia Tenggara pada tahun 20201. Pertumbuhan berasal dari meningkatnya aplikasi di industri utama termasuk otomotif dan transportasi, manufaktur, pertambangan, konstruksi, pertanian, dan pembangkit listrik. Selain itu, rencana Pemerintah Indonesia untuk maju menuju Industri 4.0 membuka lebih banyak peluang bagi mesin-mesin canggih yang membutuhkan pelumas berkualitas tinggi.